ANALISIS PENGGUNAAN KAPUR TOHOR DALAM PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DI PT BUMI MERAPI ENERGI LAHAT
Main Article Content
Abstract
Pertambangan merupakan suatu bidang usaha yang sifatnya selalu menimbulkan perubahan pada alam lingkungan sekitar. Kelancaran aktifitas kegiatan pertambangan batubara menghendaki tidak hanya mutu dan kualitas serta sistem pengambilan material batubara diwilayah konsensi pertambangan batubara saja, tetapi juga sistem pengelolaan lingkungan ang handal dalam menjaga ekosistem didalamna tetap sesuai baku mutu ang dipersaratkan untuk mengembalikan alam seperti sediakala. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara mengelolaa air asam tambang, pengukuran PH air asam tambang di inlet dan outlet,serta menganalisis kebutuhan kapur yang digunakan untuk menaikan ph air asam tambang. Pengelolaan air asam tambang di pt bumi merapi energi menggunakan metode aktif yang mana kapur tohor sebagai media penetralan air, pengukuran PH air asam tambang pada inlite dan outlet di KPL 1,2,3, dan 4 dilakukan secara berkala selama satu hari atau setia hari dengan menggunakan PH meter test untuk mengetahui jumlah penggunaan kapur.
Downloads
Article Details
Issue
Section
How to Cite
References
Ahmad, M., & Tosepu, R. (2023). Analisis kualitas air dan upaya penanggulangan air asam tambang pada area konsesi pertambangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan, 8(2), 145–158. https://doi.org/10.33096/jkml.v8i2.923
Anshariah, Widodo, E., & Nuhung, R. (2015). Studi pengelolaan air asam tambang pada PT. Rimau Energi Mining Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Geomine, 1(1), 46–54.
Gautama, R. S. (2012). Pengelolaan air asam tambang. Bimbingan Teknis Reklamasi dan Pascatambang Pada Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Ditjen Mineral dan Batubara, KESDM, Yogyakarta.
Guntoro, W., Widayanti, S., & Usman, D. N. (2023). Analisis kebutuhan kapur tohor dalam menetralkan air asam. Bandung Conference Series: Mining Engineering, 3(1), 107–114.
Habsyi, I., & Rakhman, A. (2014). Kajian penggunaan kebutuhan kapur dalam pengolahan air asam tambang settling pond 02 di PT. Bara Kumala Sakti Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Geologi Pertambangan, 1(1).
Haynes, W. M. (Ed.). (2011). CRC handbook of chemistry and physics (92nd ed., p. 4.55). CRC Press.
Hidayah, N., & Rahayu, S. (2022). Efektivitas pemanfaatan limbah cangkang kerang sebagai material penetral pada pengolahan air asam tambang. Jurnal Teknik Lingkungan Indonesia, 21(1), 55–63. https://doi.org/10.29122/jtli.v21i1.5122
Linggasari, S., et al. (2018). Perhitungan soda ash untuk menetralkan air asam tambang pada penambangan bijih timah di area Nibung PT Kobatin, Provinsi Bangka Belitung [Skripsi/Laporan, UPN Veteran Yogyakarta].
Nasir, S., Purba, M., & Sihombing, O. (2014). Pengolahan air asam tambang dengan menggunakan membran keramik berbahan tanah liat, tepung jagung, dan serbuk besi. Jurnal Teknik Kimia, 20(3), 22–30.
Pratama, A. R., & Setyawan, D. (2024). Evaluasi sistem pengolahan air limbah tambang dengan metode constructed wetlands dalam menurunkan kadar logam berat. Jurnal Teknologi Pertambangan, 10(1), 12–20. https://doi.org/10.21063/jtp.v10i1.342
Rianti, L., Maryana, & Apriyanti. (2021). Analisis efektivitas penetralan air asam tambang menggunakan kapur tohor dan soda ash dari kolam pengendapan lumpur pit tambang batubara dalam skala laboratorium. Jurnal Teknik Patra Akademika, 1(12).
Rizaldi, T. (2006). Mesin peralatan. Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Said, N. I. (2014). Teknologi pengolahan air asam tambang batubara “alternatif pemilihan teknologi”. Jurnal Air Indonesia, 7(2), 119–128. https://doi.org/10.29122/jai.v7i2.2411
Saputra, R., & Handayani, T. (2021). Studi kinetika reaksi penetralan air asam tambang menggunakan lime stone pada skala laboratorium. Jurnal Rekayasa Proses, 15(2), 88–95. https://doi.org/10.22146/jrekpros.65432
Wijaya, K., & Susanto, A. (2025). Optimasi penambahan kapur tohor untuk memenuhi baku mutu lingkungan pada effluent tambang batubara. Jurnal Geologi dan Pertambangan, 12(3), 210–222. https://doi.org/10.14203/jgp.v12i3.8765