IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATADI KAWASAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kawasan Loksado pada dasarnya mampu melakukan tahapan pembangunan dengan melalui Program Pengembangan Destinasi Pariwisata, Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perkembangan pariwisata Loksado. Namun tidak sepenuhnya didukung oleh kualitas sumber daya manusia lantaran masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pariwisata, minimnya anggaran sehingga menjadi penghambat pengembangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari para aktor informan kunci.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata yang diterapkan di kawasan Loksado dalam aspek pengembangan destinasi bahwa terjalinya kerjasama antar stakeholder dalam peningkatan sarana prasarana, aspek pengembangan pemasaran dinas memanfaatkan media cetak, media elektronik, media sosial serta dengan mengadakan event tahunan dalam melakukan promosi, aspek Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu banyaknya potensi pariwisata dan di kolaborasikan dengan eknomi kreatif salah satunya seperti kerajinan tangan maupun kuliner, maka dua kolaborasi ini di anggap mampu memberi nilai tambah terhadap daya tarik dan daya saing pariwisata kawasan Loksado.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian
Cara Mengutip
Referensi
Dwityas, N., & Briandana, R. (2017). Developing tourism destination in Indonesia: A study of social media communication. International Journal of Humanities and Social Science, 7(8), 129–135. https://doi.org/10.30845/ijhss
Fletcher, R. (2019). Ecotourism after humanism: Biodegradable capital and the "social life" of things. Journal of Sustainable Tourism, 27(2), 226–241. https://doi.org/10.1080/09669582.2018.1542332
Gunn, C. A. (2002). Tourism planning: Basics, concepts, cases (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203056158
Ismayanti. (2010). Pengantar pariwisata. Grasindo.
Khalik, W. (2014). Kajian kenyamanan dan keamanan wisatawan di kawasan pariwisata Kuta Lombok. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 1(1). 1–13.
Lie, T. M., Rusmini, A., & Lestariningsih, T. (2024). Jaminan keamanan dan keselamatan pengunjung pada destinasi wisata. MUTIARA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(1), 80–90. https://doi.org/10.61404/jimi.v2i1.95
Lupiyoadi, R. (2013). Manajemen pemasaran jasa: Berbasis kompetensi. Salemba Empat.
Muljadi, A. J. (2009). Kepariwisataan dan perjalanan. PT. Raja Grafindo Persada.
Pratt, S. (2015). The economic impact of tourism in SIDS: The case of Palau. Tourism Management, 48, 339–348. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2014.12.005
Purwanto, E. A., & Sulistyastuti, D. R. (2012). Implementasi kebijakan publik: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. GavaMedia.
Rasoolimanesh, S. M., Ringle, C. M., Jaafar, M., & Ramayah, T. (2017). Urban vs. rural destinations: Residents' perceptions of tourism impacts. Tourism Management, 60, 26–38. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.11.014
Tjiptono, F. (2015). Strategi pemasaran (Ed. 4). Andi.
Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The policy implementation process: A conceptual framework. Administration & Society, 6(4), 445–488. https://doi.org/10.1177/009539977500600404
Widodo, A. (2007). Analisis kebijakan publik. Bayu Media.
Winarno, B. (2002). Kebijakan publik: Teori dan proses. Media Pressindo.
Yoeti, O. A. (2002). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. PT Pradaya Paramita.