Peran Teman Sebaya Terhadap Siswa Slow Learner
Kata Kunci:
Children with Special Needs, Social Support, Slow Learners, Peers, Inclusive EducationAbstrak
Pendidikan inklusif memberikan kesempatan kepada setiap anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), untuk belajar bersama dalam lingkungan
sekolah yang sama. Namun, keberadaan ABK di sekolah umum tidak secara
otomatis menciptakan suasana yang inklusif, terutama jika dukungan sosial dari teman sebaya tidak terwujud. Artikel ini membahas pentingnya peran teman sebaya dalam mendukung siswa slow learner berdasarkan hasil observasi di salah satu SMP negeri. Temuan menunjukkan bahwa siswa ABK mengalami
keterbatasan interaksi sosial, minim penerimaan dari teman sebaya, serta tidak mendapat dukungan emosional dan akademik yang cukup. Peran teman sebaya seharusnya bukan hanya sebagai rekan di kelas, tetapi juga sebagai jembatan pembentuk empati dan keberhasilan sosial siswa ABK di lingkungan inklusif.
Referensi
Andiwatir, A., Nay, F. A., & Talan, R. (2021). Model Pembelajaran SCL (Student Center Learning) pada Siswa Lamban Belajar (Slow Learner) Sekolah Menengah Pertama. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 5(02), 117-122. https://doi.org/10.26858/pembelajar.v5i2.19595
Anggraeni, V., & Harsiwi, N. E. (2024). Dukungan Guru, Teman, dan Lingkungan terhadap Minat Belajar Anak Slow Learner pada Siswa Kelas 1 di SDN 1 KAMAL. EduCurio: Education Curiosity, 2(3), 395-402. https://qjurnal.my.id/index.php/educurio
Aprianti, Y., Ramdani, I. L. A., Ali, M., Rifki, M., & Utomo, R. B. (2025). Perspektif Teori Konstruktivisme Vygotsky terhadap kemampuan bersosialisasi siswa slow learner di sekolah dasar inklusi. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 9(1), 135-147. https://doi.org/10.20961/jdc.v9i1.99167
Atika, A., & Andriati, N. (2023). Minat Belajar Anak Slow Learner. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Aziz, A. N., Sugiman, S., & Prabowo, A. (2016). Analisis Proses Pembelajaran Matematika Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Slow Learner di Kelas Inklusif. Kreano, Jurnal Matematika KreatifInovatif, 6(2), 111-120. https://doi.org/10.15294/kreano.v6i2.4168
Khoiriah, D., Nasution, N., Agustina, N., & Mukti, A. (2025). Pengaruh Teori Belajar Vygotsky terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Madrasah Ibtidaiyah. Rumbio: Jurnal Pendidikan dan Humaniora, 1(2). https://journal-rumbio.willyprint-art.my.id/index.php/ojs/article/view/27
Mahmud, Y. H., & Idrus, C. (2025). Interaksi Teman Sebaya dan Dampaknya Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 5 Di SDN 5 Limboto. JAMBURA Elementary Education Journal, 6(1), 149-159. https://doi.org/10.37411/jeej.v6i1.4158
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa
Pratiwi, R., & Helsa, Y. (2025). Model Pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, and Create (Radec) dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(3), 148-157. https://doi.org/10.62383/hardik.v2i3.1769
Ridha, A. A. (2022). Memahami Perkembangan Siswa Slow Learner. Syiah Kuala University Press.
Santrock, J. W. (2012). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.
Slamet, S. (2020). Pentingnya Dukungan Teman Sebaya dalam Pendidikan Inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 8(1), 45-52.
Soraya, N., Mendrofa, N. E., Shalihah, N., Nainggolan, Y. R., & Nasution, A. A. B. (2024). Peran Hubungan Orang Tua dan Anak Slow Learner dalam Mendukung Proses Pendidikan. Jurnal Humaniora dan Sosial Sains, 1(3), 355-360. https://humaniorasains.id/jhss/article/view/47
Sunardi, Dkk. (2011). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Aplikasinya di Sekolah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Permendikbud Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif